![]() |
Masyarakat nelayan ketika datangi Marunda centre |
Tarumajaya SB.com- Masyarakat Nelayan Muara Tawar Lagi lagi dikecewakan oleh Kawasan Industri Marunda Centre, para Nelayan di buat resah dan merugi, pasalnya lokasi tambak yang di tanami bandeng Serta udang pancet, yang akan siap di panen menjelang awal Ramadhan (puasa) mengalami gagal panen, diakibatkan Matinya ikan bandeng serta udang pancet milik Nelayan, akibat terkena pasokan air baku yang di sertai limbah industri dari kawasan Marunda center.
Pesatnya laju pertumbuhan Pembangunan di suatu wilayah, seharusnya dapat membantu dan mendongrak ekonomi kerakyatan, bukan malah sebaliknya membuat rugi dan mematikan mata pencaharian Nelayan Tambak, Nelayan Gogoh dan Nelayan jaring yang tergabung sebagai Nelayan pesisir di lingkungan Muara Tawar, sungai Niri dan sekitarnya, seperti halnya yang dikatakan Nurdin petani tambak Muara tawar, di halaman Kantor marunda center, Jum'at (5/5).
"Kehadiran kami di kantor kawasan industri Marunda center kali ini merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan beberapa waktu lalu, antara Nelayan Tambak dengan pihak Marunda center, terkait pencemaran lingkungan yang disebabkan kan oleh limbah kawasan industri Marunda Center", terangnya.
Di katakan Nurdin, kami beserta warga lainnya, kampung sungai tawar, sungai Niri serta warga Kampung Kelapa yang memiliki tambak dan terkena dampak langsung oleh aliran Limbah Kawasan Marunda center, akan terus mengawal permasalahan ini sampai mendapatkan solusi bijak dari pihak Marunda Center.
"Dalam pembahasan tadi, saya beserta masyarakat Muara Tawar lainnya, hanya ingin pihak Marunda Center agar bisa lebih peka terhadap masyarakat di sekitaran kawasan industri", paparnya.
Kata Nurdin, tentunya kita juga bersyukur persoalan petani tambak yang merugi akibat Limbah Marunda center, pada saat pembahasan yang kedua kalinya ini di fasilitasi oleh Kepala Desa Pantai Makmur H Aman Jali S.ap.
"Kalau dalam hal ini dengan waktu yang di janjikan melalui dengar pendapat yang difasilitasi langsung oleh kepala Desa, masih tidak ada kesanggupan dan ke jelasan, tentunya kita akan ajukan keatasnya, sesuai jalur birokrasi yang ada, dari , Camat, Bupati, hingga mendapatkan solusi bijak yang berpihak ke masyarakat".tandasnya.
Di tambahkan Nurdin, selain sebagai korban kerugian tambak, tentunya sebagi wakil dari suara masyarakat nelayan muara tawar dan sekitarnya, mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak Marunda Center.
"Pihak marunda center harus lebih mengedepankan kajian Amdal dan Wasdal , serta bertanggung jawab ganti rugi terhadap petani tambak dan masyarakat nelayan yang ada di sekitaran kawasan marunda Center serta kedepannya dapat memberikan kontribusi berkesinambungan yang berkelanjutan," pungkasnya.
Sementara itu Mashuri, dari pengurus Forum Komunikasi Masarakat Kampung Muara Tawar (FAKKAR) mengatakan, "Pihaknya diundang oleh Marunda Center (MC) untuk pembahasan tentang beberapa tuntutan warga, sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Desa Pantai Makmur pada Jumat (28/4/2017) pekan lalu" tuturnya.
Dari pantauan media di lokasi kantor Marunda center, kerumunan masyarakat di luar menunggu perwakilan petani tambak dan kepala Desa dalam Rapat pembahasan ganti rugi antara pihak MC dilakukan secara tertutup, beberapa media cetak dan online yang hadir untuk peliputan tidak diijinkan untuk meliput jalannya perundingan tersebut.
Kepala Desa Pantai Makmur, H Aman Jali S.ap yang turut dalam perundingan tersebut saat ditemui para awak media, setelah selesai pertemuan,, terlihat enggan untuk dikonfirmasi hasil perundingan tersebut.
"Sudahlah. Tidak ada apa-apa kok. Ini masalah bandeng mati terus diganti. Semua sudah diselesaikan, dan pihak Marunda Center sudah buka pintu," katanya singkat.
Turut hadir di halaman kantor Marunda center, kapolsek Tarumajaya, AKP James Silitonga, Kades Pantai makmur H.Aman jali S .ap, sejumlah pengurus RT/RW, tokok masyarakat, tokoh pemuda H .Udin joko(inas), serta masyarakat Nelayan tambak yang berdampak limbah marunda Center. (Nursin/doy).

Posting Komentar
0Komentar