>> Advetorial

Kopi Luwak Malino Kopi Binturong

Cerita perjalanan ke Kopi Luwak Malino, bertemu binturong, menikmati kopi, dan obrolan hangat Kang Juna

Nelayan Merugi terkena dampak Marunda Centre

0

Masyarakat nelayan ketika datangi Marunda centre



Tarumajaya SB.com- Masyarakat Nelayan Muara Tawar Lagi lagi dikecewakan oleh Kawasan Industri Marunda Centre, para Nelayan di buat  resah dan merugi, pasalnya lokasi tambak yang di tanami bandeng  Serta udang pancet, yang akan siap di panen menjelang awal Ramadhan (puasa) mengalami gagal panen, diakibatkan  Matinya ikan bandeng serta udang pancet milik Nelayan, akibat  terkena pasokan air baku yang di sertai limbah industri dari kawasan Marunda center.

Pesatnya laju pertumbuhan Pembangunan di suatu wilayah, seharusnya dapat membantu dan mendongrak  ekonomi kerakyatan, bukan malah sebaliknya membuat rugi dan mematikan mata pencaharian Nelayan Tambak, Nelayan Gogoh dan Nelayan  jaring yang tergabung sebagai Nelayan pesisir  di lingkungan Muara Tawar, sungai Niri  dan sekitarnya, seperti halnya yang dikatakan Nurdin  petani tambak Muara tawar, di halaman Kantor marunda center, Jum'at (5/5).

"Kehadiran kami di kantor kawasan industri Marunda center kali ini merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan​ beberapa waktu lalu,  antara Nelayan Tambak dengan pihak  Marunda center, terkait pencemaran lingkungan yang disebabkan kan oleh limbah kawasan industri Marunda Center", terangnya.

 Di katakan Nurdin, kami beserta warga lainnya, kampung sungai tawar, sungai Niri serta  warga Kampung Kelapa yang memiliki tambak dan terkena dampak langsung oleh aliran Limbah Kawasan Marunda center, akan terus mengawal permasalahan ini sampai mendapatkan solusi bijak dari pihak Marunda Center.

"Dalam pembahasan tadi, saya beserta masyarakat Muara Tawar lainnya, hanya ingin pihak  Marunda Center agar bisa lebih peka terhadap masyarakat di sekitaran kawasan industri", paparnya.
Kata Nurdin, tentunya kita juga bersyukur persoalan petani tambak yang merugi akibat Limbah Marunda center, pada saat pembahasan yang kedua kalinya ini di fasilitasi oleh Kepala Desa Pantai Makmur H Aman Jali S.ap.

"Kalau dalam hal ini dengan waktu yang di janjikan melalui dengar pendapat yang  difasilitasi langsung oleh kepala Desa,  masih tidak ada  kesanggupan dan ke jelasan, tentunya kita akan ajukan keatasnya, sesuai jalur birokrasi yang ada, dari , Camat, Bupati, hingga mendapatkan solusi bijak yang berpihak ke masyarakat".tandasnya.
Di tambahkan Nurdin, selain sebagai korban kerugian tambak, tentunya sebagi wakil dari suara masyarakat nelayan muara tawar dan sekitarnya, mengajukan beberapa tuntutan kepada pihak Marunda Center.

"Pihak marunda center harus lebih mengedepankan kajian Amdal dan Wasdal , serta bertanggung jawab ganti rugi  terhadap petani tambak dan masyarakat nelayan yang ada di sekitaran kawasan marunda Center serta kedepannya dapat memberikan  kontribusi berkesinambungan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Sementara  itu Mashuri,  dari pengurus Forum Komunikasi Masarakat Kampung Muara Tawar (FAKKAR) mengatakan, "Pihaknya diundang oleh Marunda Center (MC) untuk pembahasan tentang beberapa tuntutan warga, sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Desa Pantai Makmur pada Jumat (28/4/2017) pekan lalu" tuturnya.

Dari pantauan media di lokasi kantor Marunda center, kerumunan masyarakat di luar  menunggu perwakilan petani tambak dan kepala Desa dalam  Rapat pembahasan ganti rugi antara pihak MC dilakukan secara tertutup, beberapa media cetak dan online  yang hadir untuk peliputan tidak diijinkan untuk meliput jalannya perundingan tersebut.
Kepala Desa Pantai Makmur, H Aman Jali S.ap yang turut dalam perundingan tersebut saat ditemui para awak media, setelah selesai pertemuan,, terlihat enggan untuk dikonfirmasi  hasil perundingan tersebut.

"Sudahlah. Tidak ada apa-apa kok. Ini masalah bandeng mati terus diganti. Semua sudah diselesaikan, dan pihak Marunda Center sudah buka pintu," katanya singkat.
Turut hadir di halaman kantor Marunda center, kapolsek Tarumajaya, AKP James Silitonga, Kades Pantai makmur H.Aman jali S .ap, sejumlah pengurus RT/RW, tokok masyarakat, tokoh pemuda H .Udin joko(inas), serta masyarakat Nelayan tambak yang berdampak limbah marunda Center. (Nursin/doy).

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)