![]() |
| Kondisi jalan raya yang belum lama diperbaiki |
Dikatakannya, perbaikan jalan harusnya sudah mendekati 80% pengerjaan, karena beberapa hari lagi umat islam menghadapi hari raya Idul Fitri, sehingga para pengguna jalan raya banyak yang melintas untuk pergi Mudik, khususnya dari arah Jakarta Utara menuju ke arah Kecamatan Babelan dan dilanjutkan ke Kampung halaman masing- masing.
" Kan sudah dianggarkan ,harusnya Empat hari sebelum hari raya idul Fitri ( H-4 ) proyek pemeliharaan ( tambal sulam-red), jalan tersebut sudah rampung dikerjakan, setidaknya hari ini sudah 80% pengerjaannya, apalagi ketika saya lihat di lokasi pekerjaan membuat saya kecewa karena pekerjaannya asal jadi dan sangat amburadul alias tidak sesuai spek, saya khawatir nantinya bisa membahayakan pengguna jalan raya. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri pasti banyak dampaknya". Tandas Suriyat, Kepada SB.com, Sabtu, ( 17/06/2017 ).
Lebih lanjut, Dewan Suriyat berharap agar yang menjadi Domain ataupun yang punya kewenangan bisa segera memperbaiki jalan raya tersebut berdasarkan anggaran yang sudah ada, dan tidak mengecewakan masyarakat Kabupaten Bekasi.
"Jangan sampai harapan kita, harapan masyarakat kabupaten Bekasi tidak di penuhi. Sebenarnya anggaran sudah ada kenapa tidak di perbaiki, lihat bagaimana sibuk nya Dinas PUPR serta Pemerintah pusat untuk menghadapi hari raya? kenapa kita tidak ? padahal anggaran sudah siap". Tutupnya.
Terpisah, Irwansyah Ketua Pemuda Pancasila ( PP ) Kecamatan Babelan, sangat geram dengan kinerja UPTD Binamarga wilayah 1, dirinya bersama Pemuda Pancasila Kecamatan Babelan tak segan-segan untuk melaporkan ke penegak hukum jika benar terjadi ada tindak pidana Korupsi di dalam proyek pemeliharaan jalan tersebut.
" pengerjaan tambal sulam jalan raya ini benar benar asal jadi, masa belum dua minggu pengerjaan sudah pada rusak lagi, dan juga titik yang rusak parah masih banyak yang di lewatin, itupun sampe sekarang pengerjaannya mandek di wilayah Kebalen aja alias kaga diterusin, dalam hal ini saya bersama Pemuda Pancasila tidak segan melaporkan ke penegak hukum jika benar ada tindak pidana korupsi di dalam proyek tersebut". Tegas pria yang akrab disapa Adoy ini. ( Nursin/dyt ).

Posting Komentar
0Komentar